Pasar AS Sepi, Belanda Cs Jadi Penyelamat Ekspor Alas Kaki RI

Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu gunung di workshop sepatu gunung mokzhaware di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (7/6/2021). Bahan yang digunakan terbuat dari bahan baku kulit Nubuck. Dalam sehari pabrik ini bisa memproduksi 50 pasang sepatu. Usmar Ismail (42) mendirikan sebuah brand lokal di bidang fashion sepatu sekitar tahun 2016 lalu. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan para pengusaha untuk bisa bertahan di tengah pandemi covid-19, yang pertama adalah terus melakukan inovasi dan tanggap terhadap kebutuhan market online,

Kinerja ekspor industri pengolahan Indonesia turun selama kuartal I 2023. Salah satunya dipicu oleh anjloknya ekspor sepatu serta pakaian. Namun, ekspor sepatu atau alas kaki asal Indonesia masih mengalami kenaikan ke beberapa negara mitra dagang utama hingga Maret 2023.

Deputi bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi mengatakan, penurunan terbesar untuk ekspor industri pengolahan seperti untuk pakaian jadi dari tekstil atau konveksi dari periode Januari – Maret 2022 sebesar US$ 2,2 miliar menjadi US$ 1,74 miliar atau turun 21,04%.

Sementara itu, untuk sepatu, khususnya sepatu olah raga mengalami penurunan nilai ekspor dari US$ 1,55 miliar menjadi US$ 1,13 miliar pada Januari – Maret 2023. Selain itu juga ada penurunan ekspor minyak kelapa sawit dari US$ 6,67 miliar menjadi US$ 5,92 miliar, turun 11,34%.

“Penurunannya ini cukup besar pada komoditas kelapa sawit dan juga tekstil serta sepatu atau alas kaki. Sehingga 3 komoditas ini memengaruhi kinerja ekspor Indonesia,” kata Imam saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (17/4/2023).

Secara tahunan, untuk komoditas ekspor alas kaki pada Maret 2023 saja, secara spesifik turun untuk pengiriman seperti ke Amerika Serikat, yaitu dari sebanyak 13,29 juta kg pada Maret 2022 menjadi 8,23 juta kg. Nilainya turun dari US$ 715,74 miliar menjadi US$ 587,55 miliar.

Selain itu, ke Belgia juga turun dari sisi berat sebesar 3,32 juta kilogram menjadi 3,30 juta kg dengan nilai US$ 73,12 juta menjadi US$ 69,24 juta kg. Ekspor ke China dari 2,98 juta kg menjadi 1,68 juta kg dengan nilai US$ 68,93 juta menjadi US$ 38,45 juta.

Kendati begitu, kinerja ekspor sepatu atau alas kaki ini meningkat untuk ke negara lain, seperti ke Australia naik dari 521,4 ribu kg menjadi 584,05 ribu kg dengan nilai US$ 11,74 juta menjadi US$ 13,55 juta.

Demikian juga ke Belanda dengan berat dari 901,55 ribu kg menjadi 1,02 juta kg, dan nilainya dari US$ 16,94 juta menjadi US$ 21,56 juta, serta ke Meksiko yang naik dari seberat 838,79 ribu kg menjadi 899,8 kg dengan nilai US$ 14,64 juta menjadi US$ 14,82 juta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*