7 Saham Ini Bikin IHSG Terbang Jelang Libur Lebaran

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan sesi I Selasa (18/4/2023) atau pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang Idul Fitri 1444 H.

Hingga pukul 10:23 WIB, IHSG menguat 0,57% ke posisi 6.826,44. IHSG akhirnya kembali ke level psikologis 6.800 pada hari ini.

Secara sektoral, sektor energi memimpin penguatan yakni sebesar 1,46%, disusul sektor industri yang menguat 0,82%.

Setidaknya ada tujuh saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini.

Berikut saham-saham yang membantu IHSG menguat.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar indeks pada sesi I hari ini, yakni mencapai 9,32 indeks poin.

Selain saham BBCA, terdapat pula saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang juga menopang indeks masing-masing sebesar 2,49 indeks poin dan 2,47 indeks poin.

Terakhir, ada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang juga mendorong IHSG hingga berhasil menguat sebesar 2,37 indeks poin.

Pada hari ini merupakan perdagangan terakhir sebelum libur panjang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Perdagangan pasar saham RI baru akan dibuka kembali pada Rabu pekan depan.

Di lain sisi, pelaku pasar menanti hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pada Selasa dan Rabu pekan ini (17-18 April 2023).

BI diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan untuk tiga bulan beruntun. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memproyeksi bank sentral Tanah Air tersebut akan menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Dari 14 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus, semuanya memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 5,75%.

Kubu MH Thamrin sudah mengerek suku bunga sebesar 225 basis poin (bp) sejak Agustus hingga menjadi 5,75% pada Januari 2023.

Suku bunga kemudian dipertahankan pada level tersebut pada pertemuan Februari dan Maret. Suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

BI diproyeksi akan mempertahankan suku bunga di level 5,75% karena kondisi ekonomi domestik yang masih sangat baik.

Tekanan dari luar negeri juga sedikit berkurang karena bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) diproyeksi hanya akan melakukan kenaikan sekali lagi pada Mei mendatang.

The Fed diproyeksi akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bp pada Mei mendatang. Setelah itu, The Fed diharapkan melakukan pivot kebijakan dengan menahan suku bunga atau malah memangkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*